etua Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MTs Kabupaten Buru, Saleh Warhangan, S.Pd., menegaskan pentingnya profesionalisme dan kolaborasi guru dalam proses penyusunan soal Ujian Madrasah sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan di madrasah Selasa (31/3/2026) hingga Rabu, bertempat di ruang pertemuan MTs. Alhilaal Namlea.
Penegasan tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada kegiatan penyusunan soal Ujian Madrasah yang dilaksanakan di MTs. Alhilaal Namlea selama dua hari. Kegiatan ini diikuti oleh para guru dari berbagai madrasah tsanawiyah di Kabupaten Buru yang tergabung dalam tim penyusun soal.
Menurut Saleh, penyusunan soal bukan hanya sekadar rutinitas tahunan, tetapi merupakan proses strategis yang sangat menentukan kualitas evaluasi pembelajaran dan capaian kompetensi peserta didik.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin memastikan bahwa soal Ujian Madrasah yang disusun benar-benar berkualitas, terukur, dan mampu menjadi alat evaluasi yang tepat. Soal tidak boleh hanya menguji hafalan, tetapi harus mampu menggali pemahaman dan kemampuan berpikir kritis siswa,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa kualitas soal sangat bergantung pada keseriusan dan integritas para guru dalam menyusunnya. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh peserta untuk bekerja secara maksimal, menjunjung tinggi profesionalisme, serta menjaga kekompakan selama proses penyusunan berlangsung.
“Kita harus menyadari bahwa setiap butir soal yang kita susun akan berdampak langsung pada penilaian hasil belajar siswa. Maka dari itu, diperlukan ketelitian, kecermatan, dan tanggung jawab bersama agar soal yang dihasilkan benar-benar valid dan berkualitas,” tegasnya.
Lebih lanjut, Saleh juga menyoroti pentingnya kolaborasi antar guru sebagai kekuatan utama dalam menghasilkan soal yang baik. Ia menilai bahwa diskusi dan tukar pikiran menjadi bagian penting dalam menyempurnakan setiap butir soal agar sesuai dengan indikator kompetensi yang ditetapkan.
“Kegiatan ini menjadi ruang bersama bagi kita untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan memperkuat sinergi. Dengan kolaborasi yang baik, kita bisa menghasilkan soal yang tidak hanya standar, tetapi juga relevan dengan perkembangan kurikulum,” tambahnya.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa penyusunan soal harus tetap mengacu pada kurikulum yang berlaku, baik Kurikulum 2013 maupun Kurikulum Merdeka, sehingga dapat mengakomodasi kebutuhan masing-masing madrasah.
Menutup pernyataannya, Saleh berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan madrasah di Kabupaten Buru.
“Harapan kita, soal yang dihasilkan dari kegiatan ini benar-benar mampu mencerminkan kemampuan siswa secara objektif, sekaligus mendorong lahirnya generasi yang unggul, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” pungkasnya.
Melalui penegasan tersebut, KKM MTs Kabupaten Buru menunjukkan komitmennya dalam membangun sistem evaluasi pembelajaran yang berkualitas sebagai fondasi penting dalam menciptakan pendidikan madrasah yang maju dan berdaya saing.